Saturday, August 12, 2006

MALAM PERTAMA

Kukabarkan apa yang ku alami selam 10 hari kita tak berkata-kata. Aku baik. Ini malam pertama aku berani berbicara lagi padamu. Setelah aku menghujatmu 10 hari kemarin. Bukan hujatan sebenarnya, tapi kasih sayang yang salah gramatikalnya. Salah kata, tapi bukan salah makna. Malam ini, pertama kali sejak kita diam dan berpaling pada yang lain. Aku sudah terlalu rindu. Ya, ternyata selalu ada yang kurang jika aku tak melihatmu. Kurang, kurang, kurang. Semoga malam pertama sejak 10 hari yang lalu kita terendam dalam ego pribadi akan jadi awal yang baik untuk tak lagi menjadi diri sendiri, tapi bersama. Karena bersamamu, aku menjadi lengkap. Walau selama ini, kau melengkapi bagian buruk hidupku. Tapi tak apalah, aku tetap butuh kamu.
malam pertama kita.

Wednesday, August 09, 2006

cerpen - SEKARDUS MAKAN SIANG

Malam semakin larut, aku masih sibuk di depan komputer. Dingin memang kurasakan menyergap badan dan kurasakan pula menusuk tulang. Tapi apa mau dikata, tulisan yang harus kupresentasikan besok pagi belum terselesaikan. Waktu menuju jam 8 pagi memendek, dan itu mengharuskan aku untuk terus memainkan jari-jari ku di atas keyboard. Merasa terbebani juga, karena besok teman-teman di kampus sudah tentu menunggu ide-ide ku. Bukan sekedar ide kacangan, bukan sekedar bayangan tak bertarget, teman-teman mengharapkan ide cerdas, cemerlang, rasional, dan tentunya murah. Yang memang terlanjur kujanjikan disampaikan besok saat rapat Streering Committee untuk acara seminar 2 bulan lagi. Sudah jam 12 malam, baru bisa kurampungkan 5 halaman dari kira-kira 20 halaman yang harus diketik. Kuteruskan tarian jariku, kantuk sudah tak mampu lagi mengganggu semangat untuk menghadirkan seminar yang sudah kumimpikan dari dulu. Dulu, mulai dari dua tahun yang lalu, saat aku masih angkatan baru di kampus, saat aku hanya jadi tukang parkir di seminar yang kusaksikan sendiri memang sukses.
* *
“Bagaimana? Ada pertanyaan?”, aku mencoba membuka diskusi setelah kuselesaikan presentasiku di depan teman-teman pengurus organisasi. Banyak hal yang berkembang. Rancangan seminar buatanku mendapat banyak masukan. Bangga juga, aku punya ide dan pikiran yang bisa dijadikan pertimbangan orang banyak. Dua jam kulalui. Diskusi yang menyenangkan, tukar pikiran sehat yang sesekali diselingi canda dan senyum. Diskusi yang juga fokus, karena juga kulihat teman-teman kadang terdiam karena memikirkan ide yang bisa diangkat. Menyenangkan. Bisa menjadi bagian dari keluarga kedua. Keluarga yang kujadikan tempat mencari kasih sayang karena harus jauh dengan bapak ibu yang ada di kampung. Dan sekarang aku tidak sekedar hadir, pun sekedar menonton, aku sekarang bisa mencurahkan pikiran dan ideku. Semuanya, secara bebas, tanpa ketakutan untuk sekedar ngomong dan berpendapat seperti dua tahun yang lalu. Dulu, saat aku masih anak lulusan sma yang baru masuk kuliah, anak ingusan yang dianggap tak punya cukup ide untuk disampaikan dan didiskusikan bersama kakak angkatan atas. Sudah dua tahun ternyata, kini kurasakan aku punya tanggung jawab yang lebih berat dari dulu yang hanya jadi tukang parkir. Kusadari, aku sudah masuk dalam sebuah keluarga yang menyenangkan. Aku sedikit larut dalam kenangan.
Waktu berlalu. Jam setengah satu, kulihat Lisna masuk membawa satu kresek hitam besar ke ruang rapat. Makanan sudah datang. Aku dapat sekardus makan siang.

cerpen-KRISNA

Raungan motor Krisna perlahan terdengar memecah keheningan kompleks perumahan tempat tinggalku. Krisna , seorang pemuda yang seringkali terlihat dolan ke rumah Permata, tetangga depan rumahku. Kali ini sepertinya datang agak malam, tak seperti biasanya yang selalu datang tak lebih dari jam 8, kali ini jam 9 malam. Kutengok dia dari jendela kamarku yang menghadap persis ke rumah Permata. Aku memang seringkali melihat Krisna dan Permata pacaran. Kadang tertawa melihat tingkah laku dua kekasih itu. Pacaran itu menyenangkan, pikirku setelah melihat mereka berduaan. Kadang kulihat hanya penuh tertawa dan senyum bahagia saat mereka berbagi kasih. Sepertinya pacaran memang selalu buat orang jadi bahagia. Tapi entahlah, aku sekedar menerka.
Malam ini agak lain. Tak kulihat Krisna datang dengan mawar di tangannya seperti yang lalu-lalu, bahkan jaket biru yang biasa dipakainya pun tidak, dia cuma pakai kaos hitam ketat. Kudengar diucapkannya salam. Permata keluar rumah, terlihat cantik dengan balutan baju longdress merah muda. Kemudian dua kekasih itu pun duduk di teras ruman Permata yang cukup lebar. Krisna tak segera berucap. Kulihat dia hanya memandang sekeliling. Permata pun begitu. Aneh, tak seperti biasanya. Lima menit berlalu, tak kunjung ada kata yang terucap dari dua anak manusia ini. Ada apa?. Aku juga heran. Setelah sepuluh menit yang membosankan tanpa kata berlalu, Krisna mendadak bangkit dan pergi. Naik motor dan melaju cepat meninggalkan Permata yang masih juga duduk termangu. Dalam hitungan detik Krisna sudah tak nampak dari pandangan. Dan sekejap pula kulihat bulir-bulir airmata mulai menetes. Permata terisak. Ada apa. Aku juga tak tahu. Baru pertama kulihat mereka seperti ini. Tak tahu harus apa, kututup jendela dan menyalakan radio, mencoba tidur melepas penat hari ini.

Friday, August 04, 2006

TRANSLATE

Tidak bisa dipungkiri jika english sudah jadi semacam keseharian bagi mahasiswa. Buku literatur, pakai bahasa inggris, friedster juga pakai bahasa inggris, YM juga pake bahasa inggris. Dan tidak juga dapat dipungkiri kalau penguasaan bahasa inggris masih jadi masalah. Dalam artian,untuk menguasai bahasa inggris diperlukan banyak usaha dan kerja keras. Saya menemukan cara untuk bisa cepat menguasai bahasa inggris. Menurut saya, translate adalah jalan yang bisa jadi salah satu alternatif. Mengapa?jelas, dalam tranlate, kita harus baca dulu sumber aslinya, itu menambah kemampuan reading. Terus, buka kamus kalau ga tau artinya, itu juga nambah vocabularies. Menulis ulang, itu juga menambah kemampuan writing. Dalam proses translate juga terjadi proses pembelajaran untuk mengerti tenses, grammar dan bagaimana penggunaan nya secara tepat. Hem, menarik? menurut saya, itu ( translate ) patut juga dicoba.....